02 Jul 2026
ditinjau oleh dr. Retma Rosela Nurkayanty
Dari TV dan video game hingga tablet, ponsel pintar, dan laptop, sudah jadi adalah bagian dari kehidupan kita. Tapi jika menyangkut paparan layar pada anak, orang tua harus waspada.
Jika ornag tua ingin membatasi durasi screen time untuk anak, berapa waktu yang ideal? Jawabannya bergantung pada usia anak, bagaimana mereka menggunakan perangkat tersebut, dan apakah penggunaan layar sampai mengorbankan aktivitas lain yang lebih sehat.
Rekomendasi Waktu Penggunaan Layar Berdasarkan Usia
American Academy of Pediatrics (AAP) telah mengeluarkan rekomendasi waktu penggunaan layar hanya berdasarkan jam. Pedoman saat ini mempertimbangkan hal-hal seperti:
- Usia anak Anda
- Kualitas konten yang mereka konsumsi
- Keterlibatan keluarga dalam waktu penggunaan layar mereka
- Batasan yang sehat antara waktu penggunaan layar dan aktivitas lainnya
Orang tua tidak bisa menutup mata, bahwa anak-anak menggunakan layar untuk mengerjakan tugas sekolah, bermain sosial media agar tetap terhubung dengan teman-temannya, dan banyak lagi. Tetapi, anak-anak juga menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online, ngobrol, dan mungkin untuk alasan yang kurang produktif.
Oleh karena itu, mempertimbangkan mengapa dan bagaimana mereka menggunakan teknologi penting untuk menentukan apakah mereka sudah terlalu banyak melakukan screen time.
Berikut rekomendasi waktu layar untuk anak:
Di bawah 18 bulan
Usahakan untuk meminimalkan atau bahkan tidak menggunakan layar sama sekali.
18 bulan hingga 5 tahun
Tidak lebih dari satu jam konten berkualitas tinggi setiap hari. Tonton bersama jika memungkinkan.
5 tahun ke atas
Waktu penggunaan layar tidak boleh menggantikan waktu tidur, aktivitas fisik atau bermain pekerjaan rumah, waktu bersama keluarga, atau interaksi sosial dengan teman.
Dampak paparan layar berlebihan pada anak
Sedikit waktu bermain gadget tidak akan mengganggu perkembangan anak. Tetapi terus-menerus menatap tablet selama berjam-jam dapat menimbulkan masalah.
1. Masalah perkembangan sosial dan bahasa
Ada alasan mengapa para profesional kesehatan merekomendasikan batasan ketat pada waktu penggunaan layar untuk anak-anak di usia dini. Anak-anak belajar berbicara dan mengenali isyarat sosial saat mereka berinteraksi dengan orang tua, pengasuh, dan orang-orang nyata lainnya. Layar tidak dapat menggantikan pengalaman itu.
Agar bisa mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa, anak-anak membutuhkan interaksi timbal balik.Mereka membutuhkan koneksi emosional yang responsif itu untuk mengembangkan bahasa dan mempelajari isyarat sosial.
2. Kualitas tidur
Konten dan paparan cahaya dari layar dapat mempersulit anak-anak untuk tidur nyenyang dan berkualitas. Tidur sangat penting bagi anak-anak yang sedang tumbuh, tetapi layar adalah rangsangan konstan, terutama jika digunakan menjelang waktu tidur yang akan mengganggu kualitas tidur anak.
Itulah mengapa para ahli merekomendasikan untuk menjaga kamar tidur sebagai zona bebas layar dan menghindari layar setidaknya satu jam sebelum tidur.
3. Kurang aktivitas fisik
Anak-anak diciptakan untuk bergerak, berlari, melompat, berguling-guling di rumput, dan banyak aktivitas fisik lainnya. Waktu yang dihabiskan menatap layar seringkali berarti lebih sedikit waktu untuk bergerak. Anak-anak perlu aktivitas fisik untuk membangun otot, mengembangkan koordinasi, dan tumbuh dengan baik.
4. Kesehatan mental
Seiring anak-anak tumbuh menjadi remaja, kekhawatiran tentang terlalu banyak waktu menatap layar meluas melampaui kesehatan fisik mereka.Penelitian telah menghubungkan penggunaan layar yang berlebihan dan paparan media sosial dengan tingkat tantangan kesehatan mental yang lebih tinggi, seperti gangguan kecemasan, depresi, perilaku perundungan, dan citra tubuh negatif.
Nah, jika Anda sebagai orang tua merasa anak mengalami gejala gangguan mental atau fisik yang terkait penggunaan layar yang berlebihan, bisa konsultasikan dengan dokter di dkonsul. Atau bisa mempelajari lebih lanjut di sini.