31 Jul 2023
ditinjau oleh dr. M. Ade Wijaya
Tak hanya menyerang orang tua, hipertensi pada remaja juga bisa terjadi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan kondisi yang perlu dipantau secara rutin. Pasalnya, hipertensi pada remaja bisa menyebabkan masalah kesehatan lain di masa depan. Oleh sebab itu, penting bagi remaja untuk melakukan beberapa pencegahan agar tidak alami kondisi ini.
Bagaimana Hipertensi Pada Remaja Bisa Terjadi?
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang. Peningkatan tekanan darah yang terjadi secara terus-menerus dalam kondisi lama dapat merusak arteri dan menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Bila kondisi ini terus terjadi tanpa dikelola dengan baik, maka risiko beberapa penyakit, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, mungkin terjadi di masa depan.
Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), satu dari 25 remaja usia 12├óÔé¼ÔÇ£19 tahun memiliki hipertensi, dan satu dari sepuluh remaja memiliki tekanan darah yang meninggi atau disebut prehipertensi.
Hipertensi didefinisikan saat angka tekanan darah mencapai lebih dari 140/90 mmHg, sementara prehipertensi terjadi saat angka tekanan darah berada di atas 120/80 mmHg hingga 139/89 mmHg. Meski demikian, angka ini perlu terjadi selama periode waktu tertentu, misalnya beberapa hari atau pekan berturut-turut. Pasalnya, hipertensi pada remaja tidak bisa ditetapkan berdasarkan hanya satu kali pemeriksaan.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hipertensi pada remaja, yaitu:
Hipertensi umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, ada beberapa tanda tubuh mengalami hipertensi yang berbahaya dan perlu segera ditangani dokter, seperti sakit kepala, kejang, muntah, nyeri dada, detak jantung tidak beraturan, dan napas cepat. Bila anak alami tiga gejala di atas secara bersamaan, segera datangi UGD terdekat.
Bagaimana Cara Mengatasi Hipertensi Pada Remaja?
Kondisi hipertensi perlu ditangani sesuai dengan penyebabnya. Bila hipertensi terjadi karena penyakit tertentu, seperti penyakit ginjal atau gangguan hormon, kondisi ini perlu mendapatkan perawatan dari dokter agar tekanan darah kembali normal.
Namun, bila penyebab pasti hipertensi belum ditemukan, kondisi ini bisa dikelola dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, seperti:
Baca Juga: Cara Mencegah Hipertensi dengan 5 Aktivitas Fisik
Penyebab kondisi hipertensi pada remaja seringkali tidak diketahui. Oleh sebab itu, penerapan pola hidup yang sehat sangat penting dilakukan agar hipertensi dan risiko penyakit jantung dapat dicegah.
Referensi:
Mayo Clinic. 2021. High Blood Pressure In Children. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure-in-children/symptoms-causes/syc-20373440
Centers for Disease Control and Prevention. 2023. High Blood Pressure in Kids and Teens. https://www.cdc.gov/bloodpressure/youth.htm
Centers for Disease Control and Prevention. 2022. Aerobic, Muscle- and Bone- Strengthening: What Counts for School-Aged Children and Adolescents? https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/children/what_counts.htm
Nemours TeensHealth. 2022. Hypertension (High Blood Pressure). https://kidshealth.org/en/teens/hypertension.html
Johns Hopkins All Children├óÔé¼Ôäós Hospital. 2020. High Blood Pressure in Teens. https://www.hopkinsallchildrens.org/ACH-News/General-News/High-Blood-Pressure-in-Teens
Stanford Medicine. High Blood Pressure in Children and Teens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=high-blood-pressure-in-children-and-adolescents-90-P01609
Artikel Terkait
Artikel Terkait