24 Jul 2026
ditinjau oleh dr. Astrid Sophia
Seorang wanita dari Merseyside menjadi pasien pertama di dunia yang menerima vaksin baru yang diharapkan dokter dapat secara signifikan meningkatkan pengobatan beberapa jenis kanker paru-paru stadium lanjut.
Vaksin menggunakan sel tumor pasien untuk membantu menciptakan DNA sintetis yang diharapkan akan membuat imunoterapi jauh lebih efektif.
Chris Jones, adalah wanita berusia 68 tahun yang menjadi pasien pertama ikut serta dalam uji klinis baru di Clatterbridge Cancer Centre di Liverpool. Chris menderita kanker paru-paru non-sel kecil stadium lanjut, yang mencakup lebih dari 80% dari semua kasus kanker paru-paru.
Meskipun imunoterapi yang dijalaninya telah membantu sampai batas tertentu, hasilnya belum cukup memuaskan.
Konsultan Onkologi Medis, Dr. Carles Escriu, mengatakan bahwa ini merupakan masalah yang ditemukan pada setengah dari pasien yang mereka rawat. “Pasien pada awalnya akan menunjukkan respons terhadap imunoterapi, tetapi pada akhirnya kanker akan belajar bagaimana menjadi resisten."
Untuk mengatasi hal ini, maka dikembangkan vaksin yang tujuannya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga pasien menunjukkan respons terhadap terapi dalam jangka panjang ini.
Vaksin diambil dari sel tumor pasien
Para ilmuwan menggunakan biopsi dari tumor milik Chris untuk memetakan DNA kankernya. Mereka kemudian menggunakan informasi tersebut untuk merekayasa vaksin menggunakan DNA sintetis.
DNA tersebut dikenal sebagai "doggybone" karena bentuknya yang tidak biasa.
Para peneliti mengatakan bahwa DNA ini lebih cepat dan lebih murah untuk diproduksi daripada DNA bakteri normal, dan ini membuat vaksin yang disesuaikan secara individual berpotensi lebih mudah dikembangkan.
Vaksin kemudian disuntikkan menggunakan alat tanpa jarum di setiap lengan. Langkah ini diikuti oleh infus normal.
Banyak organisasi termasuk Universitas Liverpool, Pusat Kanker Clatterbridge, NHS Blood and Transplant, dan perusahaan spesialis genetika dan imunoterapi telah bekerja sama selama berbulan-bulan untuk mencapai titik ini.
Saat ini hanya ada 10 orang yang akan berpartisipasi dalam uji coba tahap awal ini, dan mereka akan menerima tujuh dosis selama 24 minggu ke depan.
Dua profesor yang memimpin proyek ini bersama-sama, Christian Ottensmeier dan Natalia Savelyeva, berharap proyek ini akan meningkatkan perawatan bagi lebih dari separuh pasien dengan kanker paru-paru stadium lanjut.
Artikel Terkait

Artikel Terkait
