Kemenkes Setujui Vaksin Campak untuk Dewasa

Kesehatan

10 Apr 2026

ditinjau oleh dr. Astrid Sophia

Saat ini negara kita tengah menghadapi kejadian luar biasa (KLB). Puncak kasus campak mencapai 2.220 kasus pada minggu pertama bulan Maret, meskipun kemudian di pertengahan Maret kasusnya turun menjadi 146 kasus.



Meskipun terjadi tren penurunan, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Campak bukan penyakit infeksi ringan. Data nasional mencatat terjadinya 10 kasus kematian akibat campak. Sekitar 8% kasusnya terjadi pada kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun. Kelompok ini diketahui memiliki risiko keparahan serius, terutama akibat faktor komorbid dan intensitas paparan yang tinggi.



Vaksin Campak untuk Dewasa


Mengingat KLB yang cukup meresahkan, Kemenkes melalui BPOM menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak untuk dewasa pada Rabu, 8 April 2026. Sebelumnya vaksin campak ini hanya diberikan untuk anak. Vaksin yang disetujui ini meliputi vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR) dan Measles-Mumps-Rubella (MMR) dan juga vaksin Measles tunggal.



Vaksin ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang termasuk risiko tinggi tertular, serta penggunaan bagi kelompok berisiko lainnya. Di antaranya pelaku perjalanan internasional yang memiliki mobilitas tinggi, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromais (memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah) yang rentan terhadap infeksi.



Vaksin yang dapat digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi ini diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).



Selama ini, program vaksinasi campak di Indonesia telah berjalan luas dan terintegrasi dengan fokus utama pada kelompok anak. Upaya tersebut terbukti efektif dalam menurunkan angka kejadian campak secara signifikan. Namun, seiring dinamika epidemiologi, perhatian terhadap kelompok dewasa kini menjadi semakin penting.



BPOM menekankan bahwa penguatan surveilans tetap menjadi kunci dalam mencegah perluasan KLB, melalui deteksi dini kasus, pelaporan cepat, serta peningkatan cakupan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia. BPOM juga memastikan setiap keputusan penggunaan vaksin dilakukan berbasis bukti ilmiah yang kuat dan sesuai standar global.



“Penanganan KLB campak tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan respons yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam melindungi masyarakat,” jelas Ketua BPOM Taruna Ikrar.



Dengan adanya persetujuan penggunaan vaksin campak untuk dewasa ini, diharapkan upaya pengendalian campak di Indonesia dapat semakin optimal. Perluasan cakupan populasi baik pada anak maupun dewasa, mampu menjaga keberlangsungan layanan kesehatan yang aman, khususnya melalui perlindungan tenaga kesehatan sebagai kelompok yang paling berisiko terpapar.


Sasaran vaksin


Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyebut, perluasan pemberian vaksin campak dewasa ini diambil untuk melindungi garda terdepan yang berisiko tinggi tertular. Adapun sasaran prioritasnya adalah 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.



Selain nakes di daerah prioritas, vaksinasi juga akan diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia. Total kebutuhan untuk kelompok prioritas dewasa ini diperkirakan sekitar 290 ribu dosis.



Rizka memastikan kebutuhan tersebut sangat tercukupi dengan stok nasional saat ini. Hingga minggu ke-13 tahun 2026, tercatat stok vaksin MR sebanyak 9,8 juta dosis yang cukup untuk 5,5 bulan ke depan.


Jika Anda mengalami gejala campak:

  • Demam tinggi (bisa >39°C)

  • Batuk kering

  • Pilek

  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya (konjungtivitis)

  • Lemas dan tidak nafsu makan

Atau sudah muncul gejala khas:

  • Muncul bintik putih kecil di dalam mulut (bernama Koplik spots)

  • Ruam merah yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh


Segera ke dokter atau konsultasi dengan dokter di dkonsul, yang bisa menjawab keluhan selama 24 jam. Dokter di dkonsul bisa memberikan rekomendasi untuk langkah selanjutnya.