• Artikel
  • Kesehatan
  • Vaksin HPV pada Pria, Mengapa Anak Laki-Laki Juga Perlu Mendapatkannya?

Vaksin HPV pada Pria, Mengapa Anak Laki-Laki Juga Perlu Mendapatkannya?

Kesehatan

12 Aug 2026

ditinjau oleh dr. Astrid Spohia

Vaksin HPV tidak hanya penting bagi anak perempuan, tetapi juga bagi anak laki-laki dan pria yang memenuhi kriteria vaksinasi. Pemberian vaksin sejak usia dini menjadi langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan di masa depan, sebelum seseorang terpapar virus HPV.



Lantas, mengapa pria perlu mendapatkan vaksin HPV? Kapan waktu yang tepat untuk mendapatkannya, dan apakah vaksin ini aman?


Apa Itu Virus HPV dan Bagaimana Penularannya?

Human papillomavirus (HPV) merupakan kelompok virus yang terdiri dari banyak tipe. Sebagian tipe HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, sedangkan tipe lainnya berisiko tinggi menyebabkan kanker.


Infeksi HPV dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Penularannya terutama melalui kontak intim kulit dan mukosa, termasuk aktivitas seksual. Seseorang dapat terinfeksi HPV meskipun tidak menunjukkan gejala apa pun.


Sebagian besar infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh. Namun, pada sebagian orang, infeksi dapat menetap dan menyebabkan perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker setelah bertahun-tahun.


Karena infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala, seseorang bisa saja tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi dan berpotensi menularkan virus kepada pasangan.


Mengapa Pria Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?

Vaksin HPV pada pria memiliki manfaat yang tidak kalah penting dibandingkan pada perempuan. Berikut beberapa alasannya.


a. Membantu mencegah kanker penis

Infeksi HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker penis. Meskipun jenis kanker ini relatif jarang, pencegahan tetap penting karena penyakit dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan kualitas hidup.


b. Mengurangi risiko kanker anus

Infeksi HPV merupakan salah satu penyebab utama kanker anus. Vaksinasi membantu memberikan perlindungan terhadap tipe HPV tertentu yang berperan dalam perkembangan kanker tersebut.


c. Membantu mencegah kanker orofaring

HPV juga berkaitan dengan kanker pada area orofaring, termasuk bagian belakang tenggorokan dan pangkal lidah. Sebagian kanker di area ini berhubungan dengan infeksi HPV berisiko tinggi.


d. Mencegah kutil kelamin akibat tipe HPV tertentu

Beberapa tipe HPV menyebabkan kutil pada area genital. Vaksin HPV yang mencakup tipe penyebab kutil kelamin dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kondisi tersebut.


e. Memberikan perlindungan bagi pasangan

Vaksinasi membantu mengurangi risiko infeksi HPV yang dapat ditularkan melalui kontak intim. Dengan demikian, vaksinasi pada laki-laki turut mendukung upaya pencegahan infeksi HPV di masyarakat, termasuk perlindungan kesehatan pasangan.


Perlu dipahami bahwa vaksin HPV tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh tipe HPV. Namun, vaksin dapat mencegah infeksi dari tipe-tipe yang menjadi targetnya dan berhubungan dengan penyakit tertentu.


Kapan Anak Laki-Laki Sebaiknya Mendapatkan Vaksin HPV?

Waktu pemberian vaksin HPV sangat penting untuk mengoptimalkan perlindungannya. Vaksin bekerja paling baik apabila diberikan sebelum seseorang terpapar virus HPV.


Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah memasukkan imunisasi HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun sebagai bagian dari perluasan program imunisasi secara bertahap. Pelaksanaan program dapat mengikuti ketentuan dan cakupan wilayah yang berlaku.


Untuk vaksinasi di luar program pemerintah, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan mengenai usia pemberian, jenis vaksin, serta jadwal dosis yang sesuai.


Sebagai gambaran, rekomendasi CDC di Amerika Serikat menganjurkan vaksin HPV rutin pada usia 11–12 tahun, yang dapat dimulai sejak usia 9 tahun. Vaksinasi kejar juga direkomendasikan hingga usia 26 tahun bagi mereka yang belum mendapatkan vaksinasi secara memadai. Pada orang dewasa usia 27–45 tahun, keputusan vaksinasi dilakukan berdasarkan pertimbangan individual bersama dokter. Rekomendasi ini merupakan pedoman Amerika Serikat dan tidak otomatis menggantikan jadwal imunisasi nasional Indonesia.


Dengan memberikan vaksin sebelum paparan HPV, perlindungan dapat dibangun lebih awal, ketika manfaat pencegahannya paling optimal.


Berapa Dosis Vaksin HPV yang Dibutuhkan Pria?

Jumlah dosis vaksin HPV bergantung pada jenis vaksin, usia saat memulai vaksinasi, kondisi kesehatan, dan pedoman yang berlaku.


Dalam program imunisasi HPV Indonesia, jadwal yang ditetapkan pemerintah dapat berbeda dari jadwal vaksinasi individual di fasilitas kesehatan. Karena itu, orang tua sebaiknya mengikuti petunjuk program setempat atau berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan jumlah dosis dan interval yang tepat.


Sebagai pembanding, menurut pedoman CDC Amerika Serikat:

  • Orang yang memulai vaksinasi pada usia 9–14 tahun umumnya mendapatkan dua dosis dengan jarak 6–12 bulan.

  • Orang yang memulai vaksinasi pada usia 15 tahun ke atas umumnya memerlukan tiga dosis.

  • Orang dengan kondisi gangguan kekebalan tertentu dapat memerlukan tiga dosis, meskipun vaksinasi dimulai pada usia yang lebih muda.

Jadwal tersebut merupakan contoh pedoman CDC, bukan ketentuan universal untuk semua jenis vaksin HPV. Ikuti jadwal yang berlaku di Indonesia dan petunjuk tenaga kesehatan yang memberikan vaksin.


JIka Anda ingin berkonsultasi seputar HPV dan mendapatkan informasi terkait vaksin HPV untuk anak,  bisa hubungi dokter dkonsul yang siap memberikan penjelasan dan bisa dihubungi dalam 24 jam.